OPERA JULINI

 

22 Nov s/d 7 Des 1986 - 16 hari

GRAHA BAKTI BUDAYA - TAMAN ISMAIL MARZUKI

 

SINOPSIS

Julini sudah mati. Tapi selesaikah persoalannya? Nampaknya tidak. Sebagai wadam ia diharuskan melewati banyak pintu untuk sampai ke tempat tujuan. Kemudian ia dihadapkan pada dua pilihan : memasuki pintu untuk lelaki atau pintu untuk wanita. Ia memilih pintu untuk wanita, dan ditolak. Ia memang bernama Julini, tapi nama aslinya Bambang Julino. Kemudian ia menyatakan mogok, sampai pintu yang dipilihnya dibukakan.

Roima sukses sebagai bandit. Kelompoknya semakin berkembang. Tapi Tibal yang menganggap ‘kapal dengan dua kapten pasti oleng’, kemudian menyingkirkan Roima. Dan Tuminah, pacar Roima tapi juga adik Tibal, diombang – ambingkan oleh sikapnya yang cenderung masa bodoh.

Teror, kerusuhan, salah wewenang, bawahan bertindak semaunya, semakin berkembang ketika Pak pejabat sakit mata dan nyaris buta. Sekelompok wadam menjadi korban akibat keteledoran dua polisi mabuk, padahal para wadam itu baru saja selesai mengikuti penataran.

Komedi mustahil ini hanya semacam sketsa dan bukan fakta. Menggelitik karena jenaka. Ringan dan menghibur cara penyajiannya. Tapi merangsang untuk bersama – sama direnungkan kenapa imajinasi itu ada.

Inilah kisah penutup dari trilogi BOM WAKTU dan OPERA KECOA.

 

SYNOPSIS

Julini is already dead. However, is that the end of matter? It appears no. As a transvestite, he is compelled to pass through a lot of doors and faced with two choices; enter men’s door or women’s door. He selects women’s door, but it refused. He is indeed Julini. Yet his real name is Bambang Julino. Then he takes strike action until the door that he chooses will be opened.

Roima us successful as a bandit. His gang is getting larger anda larger. Nevertheless, Tibal who deems ‘a ship with two captains will certainly be shaky’ purges Roima of this world. And Tuminah, Roima’s lover as well as Tibal’s sister is oscillated by her attitude that tends to be indifferent.

Terror, riot, subordinates act at will, are increasing when Pak Pejabat has got sore eyes and is almost blind. A band of tranvestites become the victims of the two drunk policemen’s negligence, though they have just finished having their ‘penataran’.

This incredible comedy is only a sketch and not a fact. Ticklish for it is comical. Smooth and amusing the way it serves. However, it stimulates us to contemplate why imagination exists.

This is the last play of trilogy of BOM WAKTU (TIME BOMB) and OPERA KECOA (COCKROACH OPERA).

 

PARA PEMAIN

SALIM BUNGSU ----

IDRIES PULUNGAN ----

RATNA RIANTIARNO ----

SARI MANUMPIL ----

TARIDA GLORIA ----

JOSHUA PANDELAKI ----

TAUFAN S Ch N ----

PRIJO S. WINARDI ----

RITA MATU MONA ----

IDRUS MADANI ----

DUDUNG HADY ----

DIDI PETET ----

RONI M.TOHA ----

ALEX FATAHILLAH ----

ASMIN JOLI ----

NASRI WIJAYA ----

MANTHA CITRA ALAMANDA ----

BUDI ROSE ----

JUK NG ----

KOKO OENTOE ----

ROMA GIA ----

ROBBY TUMEWU ----

ADE DAISY ----

SRIYATUN LEGIOWATI ----

DORIAS PRIBADI ----

ANNEKE SIHOMBING ----

EVA NIRMALA ----

DEWI HABTI SAPTA ----

BUDI GOLIATH ----

TJIE TJIN SIANG ----

A.HARIJANTO ----

---- Julini

---- Roima

---- Sawil

---- Tuminah

---- Istri Pejabat

---- Tibal

---- Pejabat/Ike/Wadam

---- Ike/Pejabat/Wadam

---- Bilun/Kuda/Pelacur/Kasijah

---- Polisi-1/Kumis/Wadam/Bandit

---- Polisi-2/Wadam/Zombi

---- Guide/Menteri

---- Dokter/Jaga-1/Petugas/Bandit

---- Laila/Bandit

---- Tea/Bandit/Zombi

---- Duing/Bandit

---- Aspri/Wadam

---- Bajanet/Wadam/Zombi

---- Essy/Bandit/Zombi

---- Bonar/Wadam/Zombi/Wanda

---- Bleki/Wadam/Zombi

---- Guru

---- Aantje/Pelacur/Zombi

---- Kuda/Sri/Dewi

---- Dokter/Syeni/Wadam/Bandit

---- Tarsih/Pelacur/Zombi

---- Kuda/Pelacur/Zombi

---- Dewi/Kuda/Pelacur/Zombi

---- Syeni/Zombi/Bandit

---- Zombi/Pelacur

---- Jaga-2/Bandit

 

 PARA PEKERJA

Naskah/Sutradara ----

Penata Artistik ----

Penata Gerak ----

Penata Rias & Rambut ----

Penata Suara ----

Urusan Panggung Property ----

Urusan Kostum ----

Urusan Karcis ----

Urusan Administrasi/Humas ----

Urusan Dokumentasi ----

Urusan Serabutan/Umum ----

  ----

Para Pemusik DKSB ----

 

 

 

Pimpinan Panggung ----

Penata Musik ----

Penata Busana ----

Assist. Pelatih Silat ----

Penata Cahaya ----

Perancang Grafis ----

Urusan Musik ----

Urusan Keungan & Astrada ----

Urusan Konsumsi ----

Urusan Sponsor ----

Urusan Publikasi ----

Pelaksana Rias & Rambut ----

 

Kosmetik dari ----

Pimpinan Produksi ----

---- N. RIANTIARNO

---- RUDJITO

---- HARDI & ALEX FATAHILLAH

---- HANKY COIFFURE ET BEAUTE

---- YOYON, STAF PKJ-TIM

---- IDRIES PULUNGAN

---- NASRI WIJAYA, BUDI ROSE & BUDI GOLIATH

---- SARI MANUMPIL

---- JOSHUA PANDELAKI, DORIAS PRIBADI

---- DEZMAIZAL

---- SALIM BUNGSU, KOKO, ROMA,

---- JUK NG, HARIJANTO

---- HARRY ROESLI, AAT SURATIN, HAVIEL PERDANA,

---- HARDJA SUTISNA, ENAI ENAI, BENNY NUGRAHA,

---- EEP EFFENDY, ANAS HAIRUL, SUBIAKTO,

---- SITU RAHARDI

---- YAYAT

---- HARRY ROESLI

---- ROBBY TUMEWU

---- AGUS SUSILO W

---- THAIB, STAF PKJ-TIM

---- UGUS GRAFIS

---- IDRUS MADANI

---- ASMIN JOLI

---- ANNEKE SIHOMBING, RONI SRI, ADE, EVA

---- RATNA RIANTIARNO, JOSHUA PANDELAKI

---- TEATER KOMA, TIM

---- INGKAN NILA, LINDA HUTAGALUNG,

---- DHEDY RIZALDY, FERY BENNY, KILLY

---- REVLON

---- RATNA RIANTIARNO