
KOMA SEJENAK Vol.1
Venue: Gedung Kesenian Jakarta
Jadwal Pertunjukan :
Pentas 1 : Kamis, 22 Oktober 2026 - 19.30 WIB
Pentas 2 : Jumat, 23 Oktober 2026 - 14.30 WIB
Pentas 3 : Jumat, 23 Oktober 2026 - 19.30 WIB
TEATER KOMA, produksi ke-238, 2026
Naskah Karya: N. Riantiarno
SATU PENTAS DUA LAKON
SRIKANDI -- KEBOHONGAN DI ATAS ATAP
Info Tiket:
0821 22 7777 09 • 021 7350 460
*Pengguna kursi roda mohon menghubungi Teater Koma sebelum membeli tiket
Tiket Online:
www.teaterkoma.org • www.loket.com
HTM:
Siang (Jumat - 14.30 WIB) : 529k | 399k | 229k | 129k
Malam (Kamis-Jumat - 19.30 WIB) : 629k | 499k | 329k | 199k
Periode penjualan EARLY BIRD (disc. up to 30%):
Selasa, 6 Oktober 2026 (dimulai pukul 19.00 WIB) s.d Rabu, 8 Oktober 2026 (selesai pukul 11.59 WIB siang hari)
TIKET TERBATAS
Pemain SRIKANDI:
• ANDHINI PUTERI • DODI GUSTAMAN •
• HENGKY GUNAWAN • DANA HASSAN •
• ZULFI RAMDONI • SARAH TJIA • SATRIA SYECH •
Pemain KEBOHONGAN DI ATAS ATAP:
• SIR ILHAM JAMBAK • SEKAR DEWANTARI •
• HAPSARI ANDIRA • EDOPAHA •
• BANGKIT SANJAYA • ADEN RAMADHAN •
Pekerja:
Sutradara SRIKANDI : NINO BUKIR
Sutradara KEBOHONGAN DI ATAS ATAP : BAYU DHARMAWAN SALEH
Konsultan Artistik : RANGGA RIANTIARNO
Pengarah Musik SRIKANDI : JESSICA YOHANES
Pengarah Musik KEBOHONGAN DI ATAS ATAP : KAMAL ZIDANE
Perancang Gerak SRIKANDI : BOBY ARY SETIAWAN
Pengarah Artistik : DEDEN BULQINI
Perancang Cahaya : DERAY SETYADI
Perancang Rias & Rambut : SENA SUKARYA
Perancang Busana : RIMA ANANDA
Perancang Suara : ARYADHIRA WIRYOPUTRO
Pengarah Teknik : TINTON PRIANGGORO
Instruktur Vokal : AJENG DESTRIAN
Perancang Grafis : SAUT IRIANTO MANIK
Manajer Panggung : DEV DYLAN
Pemimpin Produksi : RASAPTA CANDRIKA
Produser : RATNA RIANTIARNO
Ringkas Kisah - SRIKANDI
SRIKANDI, saat Pandawa tengah berkelana, mengajak SEMAR dan anak-anaknya (GARENG, PETRUK, BAGONG) pergi. Semar dan anak-anak tak tahu, mengapa Srikandi mengajak pergi. Kemudian, karena patuh, semuanya pergi. Nah, ketika sampai di hutan, Srikandi mendadak melakukan pencak silat, seakan menghajar semua musuh yang, sebetulnya, tidak nampak. Srikandi seperti kesetanan, menghajar ke sana ke mari, sepertinya akan membunuh, sampai pada suatu saat, karena kecapean, dia berhenti sejenak untuk istirahat.
Pada saat itu, Semar menanya, “Sebetulnya, ini ada apa, Den Putri? Mengapa berkelahi? Padahal tidak ada musuh,” Lalu, Srikandi mengisahkan, ayah dan adiknya pernah bicara, akan ada banyak musuh tak kelihatan yang coba mengganggu Pandawa. Perang Barata belum terjadi, tapi 8 tahun lalu, karena kalah berjudi, Pandawa dan Drupadi diusir dan selama 10 tahun. Mereka tak boleh kelihatan, harus berkelana, meninggalkan istana, berjalan di hutan belantara, menjadi pengembara yang tak punya rumah ataupun Istana.
Saat itu, 2 tahun lagi baru waktu yang 10 tahun usai. Semar mengucapkan hal itu, tapi dia berjanji akan membantu Dewi Srikandi. Maka, dia pun mulai mengheningkan cipta agar bisa ketemu Raja Dewa, yang juga tak ada. Maka, dia kemudian ternyata melihat: memang banyak sekali Setan atau Jin mrekayangan yang berusaha agar perang Barata tidak terjadi. Tapi, kalaupun perang terjadi, maka para mahkluk tak kelihatan itu tidak akan membela Pandawa.
Semar dan anak-anaknya tahu, memang banyak sekali yang coba menggagalkan perang, meski Baratayudha, perang antara Kurawa dan Pandawa, ternyata tetap terjadi. Maka Semar dan ketiga anaknya membantu Srikandi mengusir mahkluk yang tak nampak itu. Siapa mereka: makhluk yang tak nampak itu? Semar melihat, anak-anak Semar melihat, Srikandi juga melihat! Apa kita juga melihat?
Ringkas Kisah - KEBOHONGAN DI ATAS ATAP
GAMAL NASHAR, budayawan, tapi sebetulnya, dia itu orang bisnis. Setiap kali Rapat Umum Pemegang Saham dilakukan, dia akan menganjurkan agar gaji karyawan dikurangi, bisa setengahnya, kalau mereka tidak kreatif atau produktip. Tapi di dalam setiap seminar, di mana saja, dia mengritik seluruh pimpinan perusahaan nasional yang selalu berusaha agar keuntungan itu menjadi yang nomor satu. Kepada pemerintah, kritik pedasnya sangat keras. Segala yang dianggap merugikan buruh, terutama yang ada dalam Undang-Undang, apa saja, selalu dikritik. Dia berbuat begitu di banyak perusahaannya. Gamal selalu mampu mengelak dan pintar menipu.
Kini, Gamal kena serangan jantung. Terbaring di di rumah sakit. Nafasnya tinggal satu satu. Tapi Gamal, sekarang ini, tidak berbaring di ranjang rumah sakit. Dia ada di atas atap, tengah duduk dan bercakap-cakap dengan seorang gadis kecil. Nah, setiap kali Gamal bicara dan berbohong, hidungnya akan bertambah satu sentimeter. Beberapa kali Gamal melakukan kebohongan, maka hidungnya akan bertambah satu sentimeter lagi. Begitu terus, sampai akhirnya, dia tak mau lagi berbohong. Gamal kini berusaha agar tidak berbohong, maka hidungnya tetap seperti sediakala. Gadis itu, tetap riang gembira tapi sungguh sangat berbahaya.
Kisah Gamal, yang berusaha agar agar tidak berbohong, dia lakukan. Saat sesekali berbohong, hidungnya lebih panjang satu sentimeter. Si Gadis Kecil, orang yang biasa saja. Bukan sosok malaikat berwajah seram, menggunakan kapak untuk memerangi nafsu serakah manusia. Dia hanya gadis kecil yang sesungguhnya samasekali tidak seram. Kini, Gamal selalu berusaha agak tidak lagi berbohong lagi. Bukankah kisah ini sama dengan lakon di zaman dahulu? Pinokio? Ah, Gamal Nashar!
Gamal Nashar masih sakit, tubuhnya lemah dan bebaring di atas ranjang. Tapi Gamal, meski ada di atas ranjang, dia tetap berbicara dengan gadis kecil itu. Dia selalu berusaha agar bicara jujur, itu yang sejak dulu tidak pernah dia lakukan. Selama ini hidupnya, selalu penuh kebohongan. Sampai kapan ada di atap rumah? Saya tidak tahu, Gamal Nashar juga tidak tahu, masyarakat tidak tahu. Gadis kecil itu berusaha agar selalu ada kegembiraan, penuh canda. Gamal Nashar hingga kini, tetap ada di atas atap rumah! Bicara, dan berharap tidak akan berbohong lagi.
